Petualangan Kedua Sara di AS Bersama Chris (Part 4)

chris dan sara dan kepiting

Petualangan dan Kesetiaan Sara Pada Chris

Sebelumnya: Part1, Part2, Part3.

Perkembangan hubungan aku dan Sara berjalan perlahan tapi pasti. Aku ingin melamarnya, Sara pun menginginkan hal yang sama. Kami ingin bertemu dengan keluarga masing-masing, ini bertujuan supaya Sara diizinkan pindah dari Taiwan dan tinggal bersamaku di Amerika.

Sara akan bertemu dengan keluargaku terlebih dahulu. Pada tanggal 24 Juli 1999, Sara terbang kembali ke AS untuk mengunjungiku untuk yang kedua kalinya. Kali ini aku ambil cuti dan menghabiskan waktu keliling Amerika Serikat bersama pujaan hatiku yang datang dari seberang benua.

Pertama, kami menyewa mobil dan melaju ke Baltimore, Maryland, untuk menginap di rumah Yufan. Yufan adalah teman SMA Sara yang berimigrasi dari Taiwan ke Amerika tahun lalu. Sara sangat akrab dengan teman lamanya itu. Bersama dengan Wen, teman sekamar Yufan, kami pergi ke sebuah restoran Kepiting. Aku sendiri tidak suka makan kepiting tapi tidak apa-apalah ini aku lakukan demi Saraku tercinta.

Ketika mereka membawa kepiting yang masih hidup ke atas meja di depan kami, Sara langsung mengambil palu menghabisi beberapa ekor kepiting segar yang mencoba untuk berdiri kembali dengan cangkang dan cakar yang tampaknya cukup berbahaya.

Aku hanya bersembunyi di balik roti isi ikan sampai pembantaian itu berakhir.

Keesokan harinya, Sara dan aku berkeliling Washington, DC. Aku belum pernah melakukan perjalanan ini sendirian. Kami menghabiskan waktu terbaik kami berjalan di sekitar The Mall yang dikelilingi oleh taman monumen nasional dan juga bergabung dengan tur bus.

Kami mengunjungi sebagian besar tugu peringatan Presiden dan juga menjadi bagian dari tur yang mengunjungi Gedung Putih. Aku kagum dengan panjang jalan itu seperti naik Disney. Yang kalian lakukan adalah berjalan melalui beberapa kamar di dalam gedung tersebut yang boleh dilihat oleh masyarakat umum, sebuah ruangan yang hanya digunakan oleh para pejabat Gedung Putih bersama undangan pers khusus atau tamu khusus dan sebagainya.

Keberadaan agen Secret Service di sana juga menarik, mereka berdiri di setiap ruangan dengan tangan terlipat, mereka menjaga ruangan tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa dari mereka ramah dan mau mengobrol dengan aku ketika bertanya sesuatu, sementara agen yang lain tampak sangat serius.

Kami juga mengunjungi Gedung Ibu Kota Amerika dan Perpustakaan Kongres. Perpustakaan Kongres adalah bangunan paling indah (di dalam) yang pernah aku lihat.

Kami kemudian pergi ke Florida untuk mengunjungi ibuku. Ini adalah pertemuan yang sangat penting bagi Sara dan ibu, yang selalu mencemaskan situasi dan hubungan kami. Tapi mereka bisa bergaul dengan baik sekali, persis seperti yang aku ramalkan dimana mereka dengan cepat memiliki ikatan. Keduanya adalah guru anak-anak dan masih memegang nilai-nilai tradisional dalam keluarga. Sara menikmati berenang di kolam renang Ibu. Orang di Taiwan jarang yang memiliki kolam renang sendiri dan Sara suka berenang!

Malam itu kami membawa Ibu dan adikku Shana ke Pesta Raja Henry, obyek wisata lokal di mana Anda makan di istana di sebuah meja besar dan menonton hiburan "abad pertengahan" seperti adegan menelan pedang, akrobat dan pelawak. Ibu benar-benar menikmati hiburan tersebut. Sara dan aku berperan sebagai "Raja dan Ratu" mengenakan kostum kerajaan.

Sara dan aku menghabiskan hari yang sangat panas dengan hiburan di Universal Studios Florida yang memiliki beberapa layanan dan pemandangan yang luar biasa.

Favoritku adalah pintu masuk depan roller coaster bernama The Dragons Duel. Aku tidak naik roller coaster karena, baiklah aku akui, aku tidak suka roller coaster dan cepat kali mabuk kalau naik tapi aku penggemar naga besar!

Universal Studios Florida sekarang sangat berbeda jika kembali menengok ke tahun 1989-1993. Aku mendirikan sebuah perusahaan yang berkantor di Gedung 22 di sana sebelum taman dibangun. Aku melihat mereka membangun taman tersebut dari awal. Ini adalah tempat di mana aku bertemu Steven Spielberg secara langsung pada tahun 1990. Tempat itu sangat berubah sekarang.

Sara dan aku menikmati segala sesuatu yang ada di sana dan merasakan tempat itu lebih dari segalanya, dan tentu saja aku menikmati Jurassic Park (aku penggemar dinosaurus besar juga).

Ada beberapa hal menarik lainnya yang dapat dilakukan di Orlando. Tempat wisata bermunculan entah dari mana selama bertahun-tahun. Aku tinggal di sana kurang lebih antara tahun 1989 dan 1996.

Dua pendatang baru Wonderworks dan Believe It or Not-nya Ripley, yang keduanya sangat mengesankan di luar tapi sedikit mengecewakan di dalam, bagi siapapun yang menginginkan hiburan tingkat "Disney"!

Tidak peduli apa yang kami lakukan, aku merasa nyaman selalu berada di dekat Sara. Sara menikmati hiburan di Wonderworks, tertawa dan bermain seperti gadis kecil di tempat bermain.

Hari besar berikutnya adalah mengunjungi teman-teman lama yang sekaligus telah menjadi sepasang kekasih yaitu Krissy dan Joe. Aku bertemu Krissy pada tahun 1990 di Universal Studios Florida, di mana aku punya kantor produksi.

Krissy - seperti kebanyakan teman dekat aku - suka melacak apa yang aku lakukan secara interpersonal untuk memastikan mendapat persetujuan darinya. Sama seperti ibuku, tapi ini tanpa politik keluarga. Setiap orang membutuhkan beberapa teman seperti ini untuk memberikan penilaian berdasarkan pengalaman mereka saat mereka masih lajang.

Seperti Ibu, Sara dan aku memenangkan hati Krissy!

Aku juga membawa Sara ke Rabbi John Fischer, seorang teman yang menjadi tuan rumah tur Israel dimana aku bergabung pada tahun 1993.

Sara harus melihat perayaan hari Sabat Yahudi. Dia harus bertemu Rabi dan juga John Glickman dan istrinya. Krissy dan Joe, John dan Ester, dan Rabbi dan istrinya Patrice semua bertemu sekarang, karena mereka semua tinggal dan bekerja di daerah yang sama.

Sara dan aku akhirnya mengembalikan mobil sewaan kami dan terbang ke Texas untuk perjalanan berikutnya. Di sana kami tinggal dengan ayah dan Ibu tiri bernama Brenda yang memiliki rumah besar di danau.

Ayah membawa kami ke sekitar danau naik perahu motor pada sore cerah yang menyenangkan.

Sementara di Texas, Sara dan aku mampir untuk mengunjungi sahabatku bernama Mick dan keluarganya. Aku dan Mick adalah teman akrab selama kuliah sebelum ia menikah meskipun kami tidak kuliah bersama. Bersama istrinya, Connie, mereka punya 3 anak sekarang - Rachel, Alyssa dan Jonathan.

Kami membawa anak-anak ke Rain Forest Cafe, dan aku meninggalkan Sara bersama anak-anak sehingga Mick dan aku bisa pergi dan menghabiskan waktu bersama untuk sementara waktu. Anak-anak senang bersama dengan Sara.

Sama seperti Krissy, Mick mengevaluasi Sara dan perasaan saya tentang dia. Mick menggunakan anak-anak sebagai panduan untuk melihat bagaimana mereka benar-benar bisa bergaul dengan Sara, terutama si kecil Jonathan yang biasanya sangat pemalu. Sara tidak hanya memenangkan hati Jonathan, Jonathan memenangkan hati Sara. Mereka bisa berkomunikasi dengan baik dan Jonathan yang lucu berhasil membuat Sara tidak sabar untuk memiliki bayi.

Apakah ada di antara kalian yang mendengar suara jantung berdetak?

Setelah 2 minggu penuh perjalanan bersama keluarga dan teman-teman yang menyenangkan, akhirnya kami terbang kembali ke New York dan menghabiskan seminggu pemulihan. Sara sangat senang dan menyukai semua teman dan keluargaku yang dia temui, dan dia dengan yakin mengatakan ingin tinggal bersamaku dan menikah. Yang pasti aku senang mendengarnya tapi aku ingin melakukannya dengan benar, selain itu masih ada beberapa komplikasi yang harus dilalui seperti, bagaimana untuk berimigrasi dari negaranya.

Kami menghabiskan hari-hari kami bersantai di Kebun Binatang Bronx, daya tarik lain yang belum pernah aku lihat.

Suatu hari di Kebun Bintang Bronx, aku menunggu Sara untuk keluar dari kamar mandi wanita dan mencoba duduk di pagar rantai, tetapi rantai itu ternyata tidak aman. Karena terkejut, aku yang telah meletakkan kepercayaan pada kekuatan rantai itu untuk menahan berat badanku tiba-tiba putus dan membuat aku jatuh ke tanah seperti batu. Aku terguling, tasku jatuh dan aku merasakan sakit yang dasyat di bagian dada. Aku juga agak sulit bernapas.

Aku mencoba untuk bangkit dan mempertahankan sedikit martabat yang masih tersisa sementara orang asing yang sedang berjalan menatapku atau mencoba untuk mengabaikan aku seperti orang mabuk. Tapi bagaimana pun tulang rusukku terasa sakit sepanjang hari dan aku tidak memberitahu Sara tentang insiden memalukan ini sampai malam hari. Aku tidak bisa memiringkan tubuhku saat tidur selama berminggu-minggu. Sara menaruh obat beraroma coklat di dadaku dan membalutnya dengan perban setiap malam - katanya sih ini adalah pengobatan Cina, tapi sampai hari ini aku tidak tahu sebenarnya obat itu terbuat dari apa.

Namun, aku harus melihat sisi Perawat dari Sara untuk pertama kalinya, dan aku sangat senang dan bersyukur akan hal itu.

Sejak aku pindah ke New York, aku telah bergelut melawan rasa sakit pada kakiku. Sebenarnya dua masalah - radang arthritis pada sendi jari kaki yang menyebabkan aku memiliki telapak kaki rata dikombinasikan dengan cara berjalan tertentu. Pada tahun 1996 sebelum aku pindah dari Orlando, ortopedis memberikan alat bantu orthodic untuk dipasang di sepatu, untuk mengimbangi kaki datar dan mengurangi pergeseran sendi jari kakiku.

Namun, di tahun pertama aku di White Plains ketika aku bekerja di About.com, aku berjalan ke stasiun kereta setiap hari dengan peralatan orthodic dan munculah masalah kedua. Deburan dari sol keras melawan tumit setiap hari menyebabkan ketidaknyamanan jari kaki dan akhirnya aku menderita Fasciitis Plantar kronis. Ini adalah kerusakan pada otot Fasia Plantar pada bagian bawah kaki, yang mengakibatkan rasa sakit dan sangat sulit untuk disembuhkan. Rasanya seperti berjalan di atas luka memar sepanjang waktu, apalagi setelah tur selama 2 minggu rasa sakit pada kakiku seperti ingin membunuhku.

Setiap kali Sara merawatku dia akan menggosok-gosok kakiku. Ini baik untukku tapi aku merasa tidak enak karena aku merasa seolah-olah aku semakin lumpuh setiap tahun. Dia harus menikah dengan pria yang sehat dan kuat, bukan dengan orang yang mengeluh kesakitan pada kakinya setiap hari. Aku harus melakukan perubahan sebelum Sara mengunjungi aku lagi pada Februari 2000 dengan melakukan operasi.

Sebagai tambahan, aku memutuskan untuk membuat perubahan lain. Aku telah menderita rabun jauh sepanjang hidupku. Beberapa hari sebelum Sara kembali ke Taiwan, dia menemani aku ke dokter terpercaya untuk melakukan operasi LASIC. Aku dijadwalkan untuk operasi beberapa minggu ke depan di sebuah laboratorium di Long Island. Aku akan melakukan ini sendirian, tetapi mereka mengatakan aku hanya akan butuh satu hari untuk operasi dan setelah itu aku tidak perlu pakai kaca mata lagi.

Aku tahu suatu hari di usia tua aku mungkin akan memakai kaca mata seperti kebanyakan orang lakukan, tapi yang penting antara sekarang dan kemudian aku akan bisa membaca baris 20/20 pada tabel tanpa bantuan.

Sara sangat prihatin dengan keadaanku karena dia tidak bisa berada di sini untuk mengurusku. Aku harus menyelesaikan operasi ini secepatnnya hingga aku tidak perlu lagi memakai kacamata untuk melihat wajahnya yang cantik setiap hari.

Sekali lagi kami harus saling mengucapkan selamat tinggal dan kembali ke Instant Messenger setiap hari untuk menjaga cinta kami tetap bersemi sampai Februari 2000.

Bersambung...

Baca Juga: Part1, Part2, Part3.

7 Comments On :

Petualangan Kedua Sara di AS Bersama Chris (Part 4)

@ Thursday, February 09, 2012

Labels: , , ,
Faceleakz Faceleakz said...

Test satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.....

February 9, 2012 at 4:13 AM
Face Face said...

test lagi lagi dan lagi redesign

February 15, 2012 at 10:56 AM
Fahmi Setiawan Fahmi Setiawan said...

wih mantapp banget designnya...
salam kenal ya om, saya juga blogazine :D

March 16, 2012 at 1:15 PM
pia pia said...

sambungannya lanjutin dong, penasaran :)

October 4, 2012 at 1:12 AM
kids party kids party said...

nice post :)

January 29, 2013 at 11:10 AM
Anonymous Anonymous said...

part5nya bisa tolong dipost? hehehe jadi penasaran..

February 28, 2013 at 4:17 PM
Bayu Handono Bayu Handono said...

asik ceritanya :)

April 21, 2013 at 11:02 PM
Here's A face Box To Share Your Thoughts