Mimpi Menjadi Kenyataan di Antara Lebih 7000 km Jauhnya Setelah Penantian Selama Dua Tahun

Kisah Romantis Gabor dan Chew Feng

Di dunia maya (internet), kita sering menemukan kisah-kisah menyedihkan atau menakutkan yang menggambarkan internet sebagai tempat bagi orang-orang yang jiwanya rusak dalam mencari persahabatan atau pasangan hidup. Dan saya menyebut hal seperti itu sebagai sebuah ketidakseimbangan jika kita hanya membuka diri pada satu informasi dan menutup diri pada informasi lain sebagai pembanding yang jelas-jelas berseberangan dari yang kamu dengar sebelumnya.

Setelah cukup lama FaceLeakz tidak mengudara, dalam postingan ini akan menghadirkan sebuah kisah yang mungkin bisa menjadikan internet sebagai kendaraan bagi orang-orang yang mungkin dinyatakan tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menemukan persahabatan dan cinta yang berujung pada sebuah kebahagiaan. Inilah kisah Gabor dan Chew Feng. Enjoy!

1996 oleh Gabor - Beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah kisah cinta di internet dan perhatianku tertuju pada rubrik tersebut tidak lain karena aku dan mereka berada pada situasi yang sama. Aku senang membaca kisah-kisah mereka dan pada saat yang sama aku juga turut merasa sedih atas kisah cinta Victoria yang tidak berakhir bahagia seperti halnya dalam film-film Hollywood, tapi kita harus sadar hidup itu kadang-kadang liar dan kejam. Aku di sini tidak berada dalam kategori untuk menceritakan kisah asmara "masa lalu," tapi aku akan menceritakan petualangan cintaku di internet yang sedang terjadi sekarang.

Kalian percaya atau tidak, tapi faktanya kisah asmara ini ada karena internet, kecelakaan termanis di internet yang pernah aku alami. Kisahku ini bermula ketika aku menemukan sebuah situs (www.eslcafe.com) yang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk berinteraksi, belajar dan melatih kemampuan berbahasa Inggris mereka. Saat itu, untuk bisa praktek bahasa inggris terus menerus aku harus mengujungi situs tersebut dan beberapa kunjungan pertama tak ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi. Aku melakukan percakapan yang menyenangkan dalam bahasa Inggris yang sederhana dengan berbagai individu dari seluruh dunia sampai pujaan hatiku itu muncul. Entah bagaimana kami memulai percakapan tapi yang jelas pada saat itu aku dan dia langsung cocok.

Dia seorang pemula dalam belajar bahasa Inggris sama seperti aku dan dengan kesalahan-kesalahan manis yang dia buat dengan tenses dan pribadinya yang sederhana adalah satu hal menarik tentang dirinya yang membuat aku terpesona. Ketika aku dan dia melakukan percakapan, kami akan bicara selama berjam-jam - benar-benar tak terlupakan! Aku pun membuat janji untuk ngobrol lagi, bertukar e-mail, dll.

Dua atau hampir tiga minggu berlalu di mana aku tidak bisa berselancar di dunia maya karena pekerjaanku, tapi akhirnya suatu sore aku bisa online dan takdir pun membawa aku ke situs Esl Cafe lagi. Dia tidak online di sana, atau setidaknya pada awalnya aku tidak berpikir begitu. Tanpa diduga aku menerima pesan dari seseorang yang namanya asing bagiku pada saat itu (ternyata dia). Pada awalnya, aku bertanya dimana kita saling mengenal satu sama lain tetapi orang tersebut tidak mau memberitahuku (dia suka main tebak-tebakan ternyata). Setelah beberapa saat kemudian aku menyadari orang itu adalah dia. Lewat bantuan tebak-tebakannya, dia akhirnya mengatakan kepadaku kalau dia dari Malaysia. Lalu aku bertanya apakah dia punya akun ICQ dan ya... dia punya dan aku segera mengundang dia untuk mengobrol secara pribadi. Dia menerima undanganku. Kami mengobrol sepanjang malam di internet dengan bahasa inggris kami yang masih amburadul, tetapi anehnya, tidak ada kesulitan memahami satu sama lain. Dalam sebuah obrolan pribadi dia bicara sedikit lebih santai tetapi tetap sangat pemalu dan sederhana, yang aku percaya sebagai karakteristik dari wanita-wanita Asia. Kami saling menyukai sehingga perasaan di antara kami membawa ke ruang chatting kapanpun kami bisa menemukan waktu dan terus melakukannya. Kami sering berkencan meski itu hanya di dunia virtual.

Langkah berikutnya adalah aku meminta alamat e-mailnya dan tidak lama kemudian aku menerima sebuah pesan singkat dari dia yang dikirim sebagai percobaan untuk memastikan bahwa dia menyalin alamat e-mailku dengan benar. Semuanya baik-baik saja. Saat itu aku mengirimkan dia sebuah foto diriku yang aku anggap cukup tampan dari rata-rata pria dewasa. Apakah dia telah melihat fotoku atau tidak, dia masih mau bicara denganku setelah menerima foto yang telah aku kirim dan aku menganggap itu sebagai tanda yang menjanjikan.

Dia memperkenalkan aku kepada beberapa teman-temannya secara virtual dan aku merasa aku telah berhasil meyakinkan mereka juga bahwa aku tidak berada dalam kasus putus asa. Aku sering memintanya untuk mengirimkan foto dirinya tetapi dia selalu punya berbagai alasan untuk menghindar dan tidak mengirimkan fotonya sampai sekarang.

Aku menerima sejumlah e-mail dari dia dan terkejut melihat ada sekumpulan foto yang dia sertakan di dalamnya. Ya..., dia main tebak-tebakan lagi. Aku menebak satu foto di antara mereka yang mungkin dia, tapi aku segera menyadari bahwa siapapun dia, itu tidaklah penting bagiku. Aku jatuh cinta padanya bukan kerena penampilannya, melainkan karena kata-katanya, pikiran dan pandangannya, dan ekspresinya yang membuat dia terasa begitu dekat denganku terlepas dari

fakta bahwa kami terpisah oleh jarak lebih dari 7000 km dan berbagai budaya seluruh dunia yang berdiri di antara kami. Dia berusia 19 tahun dan aku 24 tahun tapi aku masih menemukan perilaku dia yang masih kekanak-kanakan, tapi aku selalu menulis ini dari sisi pendidikan yang berbeda. Aku selalu mencoba melalui obrolan di antara kami berdua untuk memberikan keyakinan dan ekspresi yang lebih atas mimpi-mimpinya. Sementara hal ini sama sekali tidak hilang dari karakter dia, tetapi di mata Eropa saya, karakter itu tampak dalam porsi yang terlalu kecil.

Apakah perasaan asmara yang aku rasakan hanyalah perasaan sepihak atau tidak, aku tidak tahu. Dalam kasus apapun, dalam pikiranku hubungan kami termasuk kategori asmara platonis, perasaan cinta dari

jiwa yang berkembang. Aku berharap dia melihat perasaan itu. Aku yakin perasaan itu juga tumbuh di sana dan jarak di antara kami muncul mungkin untuk menjembatani hubungan aku dan dia. Faktanya, manusia modern melihat jarak di planet kita menyusut dari waktu ke waktu. Mungkin sekali, jika Tuhan juga menghedakinya, kita akan bertemu langsung.

Terlalu banyak untuk aku tulis sebagai sejarah. Aku yakin ada cerita yang serupa di luar sana dan aku telah membagikan kisah cintaku kepada kalian yang ingin membacanya. Aku tidak bisa memberitahu teman-temanku tentang hal ini karena aku takut mereka mungkin akan menertawakanku tapi aku tahu kalian tidak akan melakukannya.

Greetings from Gabor.

----000000000-----

Mimpi menjadi kenyataan. Mayoritas orang suka bermimpi, tetapi dalam banyak kasus mereka menyelesaikan masalah dengan lambaian satu tangan: "Ini tidak akan menjadi kenyataan!" Tujuan yang sungguh-sungguh bisa dicapai dengan keyakinan dan ketekunan, terutama jika dimotivasi oleh perasaan-perasaan yang positif. Aku adalah satu di antara mereka yang beruntung mimpinya menjadi kenyataan. Setelah melalui penantian panjang, aku akhirnya bertemu secara pribadi dengan seorang gadis yang aku kenal di internet.

Itulah yang ingin aku tulis di sini dengan harapan kisahku akan menawarkan sesuatu yang berguna bagi mereka yang memberikan kesempatan untuk menemukan pasangan hidup di internet.

Mungkin beberapa dari kalian masih ingat kisahku dua tahun lalu yang aku serahkan ke kolom Kisah Cinta di Internet. Sebagaimana yang telah aku tulis sebelumnya, aku secara terbuka mengakui kepada dunia bagaimana perasaanku pada seorang gadis dari Malaysia yang belum pernah aku temui. Ketika artikel kisah cintaku di internet itu diterbitkan, hubungan kami telah berusia empat bulan dan meskipun masa depan tampak tidak pasti, perasaan cinta untuknya sangat kuat dan pasti.

Teman-teman ku menyadari bahwa ada perubahan dalam diriku; aku menghabiskan lebih banyak waktu di internet dan terus-menerus membaca atau menulis e-mail. Aku telah berbagi rahasia dengan mereka (sahabatku) berharap mereka akan mengerti. Kebanyakan dari mereka berpikir apa yang aku alami itu agak aneh dan ada juga yang berpikir aku ini benar-benar konyol. "Hubungan jarak jauh tuh gak ada gunanya. Apa yang lo pikirkan gak bakalan bertahan lama," kata mereka kepadaku. Jenis komentar seperti ini adalah jenis komentar yang sering aku dengar.

Mungkin hanya teman-teman perempuanku yang sedikit lebih empati kepadaku. Aku tidak menghiraukan dan melupakan kata-kata mereka dan menjalani hubungan dengan gadis pujaanku yang ada jauh di luar sana lebih dalam. Seiring waktu berlalu, komunikasi kami menjadi lebih intim.

Natal tiba dan setelah menerima beberapa fax, saat itu sore hari, apa yang aku takutkan dan tidak pernah diantisipasi telah terjadi. Dia menelepon. Jantungku seperti berdegup di tenggorokan dan rasanya aku mau pingsan. Suaranya begitu indah dan mempesona, tidak berbeda dari apa yang aku bayangkan. Aku sampai-sampai tidak dapat mengucapkan sebuah kalimat lengkap dan bahasa Inggris yang sedikit aku tahu anjlok begitu saja seperti potongan mosaik dari kepalaku.

Setelah menerima telepon darinya, aku merasa malu dan menulis e-mail padanya dimana aku minta maaf karena membuat dia kecewa. Untuk mengejutkanku, dia menjawab kalau dia sama sekali tidak kecewa dan dia menyukai suaraku. Kami sepakat dikesempatan berikutnya aku akan mencoba untuk mengurangi rasa gugup. Lalu aku bergegas keluar untuk membeli beberapa hadiah kecil sebagai kejutan Natal untuknya. Aku mengirim paket itu dan dia sangat senang menerimanya. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia tidak pernah menerima hadiah dari seorang pria sebelumnya. Paket itu hanya berisi sebuah patung yang terbuat dari tanah liat, kalung perak dengan tanda zodiak sebagai medali dan beberapa kartu ucapan di Hari Natal.

Sejak saat itu kami memanfaatkan setiap kesempatan untuk saling mengejutkan satu sama lain dengan sesuatu yang kecil. Pada Hari Valentine, aku mengirimkan dia tujuh kartu dengan huruf besar di masing-masing kartu, dimana jika semua kartu itu dikumpulkan akan membentuk sebuah kalimat yang sangat indah. Pada saat itu dia percaya apa yang aku tahu selama berbulan-bulan. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Tapi aku masih belum pernah melihat dia secara langsung!

Sekitar Paskah, aku beberapa kali mencoba untuk meyakinkan dia untuk mengirimku setidaknya gambaran kecil dari dirinya. Dia menolak permintaanku dan malah mengatakan kalau dia begitu gendut dan jelek dan paling tidak suka difoto. Aku tidak berhenti di situ, aku terus mendesak dengan lembut untuk mengirim sebuah foto dirinya. Beberapa saat kemudian ia menulis e-mail yang isinya mengatakan bahwa aku akan menerima foto dilampirkan di dalam e-mail.

Ketika amplop kuning itu akhirnya tiba, aku malah meluangkan waktu untuk berdebat dengan diriku sendiri, apakah aku harus membukanya atau tidak. Aku terus berpikir "bagaimana jika dia mengatakan yang sebenarnya dan terlihat seperti yang dia katakan?" Akhirnya aku berhasil melewati rintangan itu dan memutuskan bahwa bukan penampilan atau tampang dia yang membuat aku tertarik padanya. Pada saat itu aku menyadari bahwa aku bisa menerimanya bahkan jika dia tidak cantik atau gemuk dan jelek seperti isi pesannya. Kubuka amplop itu dengan perlahan-lahan dan ketika aku melihat foto-fotonya, tiba-tiba darahku mengalir begitu dingin. Parasnya begitu lembut luar biasa indah seperti boneka porselen halus yang sedang menatapku. Dia seperti model! Aku terpana selama berjam-jam tidak bisa percaya pada mataku dan harus melihat foto-foto itu lagi, lagi dan lagi.

Aku merasakan kebanggaan yang luar biasa, aku bisa membuat seorang gadis cantik terpesona kepadaku berawal dari bahasa asing. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana semua ini bisa terjadi. Aku menunjukkan foto-foto tersebut kepada mereka yang sebelumnya telah meragukan keyakinan dan perasaanku. Aku sangat yakin foto-foto tersebut adalah foto dia yang sebenarnya. Dia wanita sempurna! Pada musim panas kami sering berbicarakan tentang realita untuk bertemu di dunia nyata, tapi aku mengatakan padanya tidak ada cara aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Kami telah menghabiskan banyak waktu memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini dan akhirnya dia mengatakan aku tidak perlu khawatir tentang tiket, tetapi aku harus membawa uang belanja yang cukup.

Saat itu musim gugur dimana orang-orang bepergian dengan berbagai alasan. Chew Peng, ya Chew Peng nama gadis itu, dia punya bibi yang akan menikah dan ia mengundangku ke pernikahannya. Sayangnya perjalanan yang telah direncanakan itu gagal terwujud dan membuat kami berdua sangat sedih. Dia jadi sedikit pesimis, tapi aku memiliki kesempatan untuk berbagi semua kekuatan yang dia telah berikan kepadaku. Selama musim dingin dia meneleponku dan mengakui bahwa dia di ada Wina sebagai bagian dari tur Eropa, tetapi dia tidak memberitahuku sebelumnya karena dia takut aku akan pergi ke sana dan dia juga takut pertemuan. Chew Peng merasa saat itu bukan waktu yang tepat. Aku pikir itu aneh dan agak marah padanya. Kami hanya terpisah beberapa ratus kilometer satu sama lain dan kami tidak bisa mengatur waktu untuk bertemu!

Pada musim semi sekaligus ulang tahun kedua kami berhubungan secara virtual, pertemuan aku dan dia semakin mendekati kejelasan bahwa tahun ini kami harus bertemu! Tidak ada keraguan lagi! Keinginanku sangat besar untuk bisa melihat dia dan dia juga telah siap secara emosional. Untungnya, sekarang tidak hanya soal tiket pesawat telah aku diselesaikan tapi aku juga punya cukup uang untuk biaya hidup selama di sana. Aku naik pesawat dan meninggalkan Hungaria untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku melintasi setengah perjalanan dari dunia untuk bertemu gadis yang mencuri hatiku. Perjalanan berjalan relatif lancar dan ketika pesawat mendarat di Malaysia hatiku hampir melompat keluar dari dadaku.

Aku memenuhi beberapa persyaratan administrasi di bandara dan kemudian aku mulai merasa sedikit khawatir. "Bagaimana jika nanti aku tidak bisa mengenalinya dan kami akan saling melewati satu sama lain?"

Ternyata, aku salah. Hanya dengan beberapa langkah di bandara dan ketika aku mendongak, dia ada di sana. Wajah dan matanya tepat seperti gadis yang aku lihat dalam foto saat pertama kali melihatnya. Dan aku mengucapkan kalimat pertama yang telah aku latih ratusan bahkan ribuan kali, "Halo, inilah aku dalam kehidupan nyata."

Chew Peng membawa dua teman chatting kami, Andrea dan Grace. Aku tahu dia akan butuh waktu untuk menerima sepenuhnya kehadiranku di kehidupan nyata. Ketika duduk di dalam mobil, dia duduk agak menjauh dariku, tapi aku tahu itu bukan reaksi kepadaku tetapi karena dia sangat tersentuh dan sangat pemalu.

Ketika kami sampai diperhentian pertama, tepatnya di sebuah restoran, dia tampak santai. Kami mengobrol dan banyak tertawa, mereka mengajukan banyak pertanyaan kepada aku dan Chew Peng. Aku mengajari mereka kata-kata dalam bahasa Hungaria dan mereka mengajari aku bahasa Cina. Kami akhirnya pergi ke tempat mereka dimana aku tertidur.

Hari berikutnya aku bertemu keluarganya: adik, ibu dan ayahnya. Aku terkejut oleh betapa terbuka dan baik mereka dalam keramahan. Kemurahan hati mereka membuat aku hanya butuh dua atau tiga hari menjadikan rumah mereka benar-benar terasa seperti berada di rumah sendiri.

Chew Peng dan aku berusaha untuk menebus semua hal yang dalam dua tahun terakhir muncul hanya lewat surat atau e-mail. Kami tidak punya banyak waktu, hanya 25 hari, tapi aku senang untuk mengatakan bahwa semuanya berjalan dengan sebaik mungkin. Aku tidak akan memberitahu kalian apa saja yang terjadi selama 25 hari karena halaman ini tidak akan cukup untuk menggambarkannya. Pertemuanku dengan Chew Peng adalah momen yang sempurna dan aku yakin dengan cinta kami dan tidak ada keraguan apapun. Ketika waktunya tiba untuk mengucapkan selamat tinggal dia menangis dan aku harus mengakui bahwa aku juga ingin melakukan hal yang sama, tapi aku harus kuat. Kami berdua memahami bahwa sesuatu yang istimewa telah dimulai dan ini tidak akan menjadi pertemuan terakhir kami.

Chew Peng sekarang kuliah di Amerika Serikat. Ketika dia akan menyelesaikan studinya pada musim panas mendatang, rencananya Chew Peng akan datang ke Hongaria. Jika rencana kami itu tidak bisa terwujud, aku akan mencoba mengunjunginya di Michigan. Aku sudah menabung dan tidak sabar menunggu kelanjutan hubungan kami.

Sejauh ini, kami ingin mengarahkan hubungan kami menuju ke sesuatu yang lebih serius. Kami berencana untuk hidup bersama di suatu tempat selama satu tahun atau satu setengah tahun dan jika berjalan lancar kami akan bertunangan dan menikah. Tapi semua itu ada di masa depan!

Hubungan kami tidak terputus oleh jarak. E-mail, chatting, telepon dan kartu pos elektronik kami gunakan untuk saling berkomunikasi di setiap kesempatan. Aku berharap semua orang akan menemukan cinta sejati mereka dan dapat memetik sesuatu yang berguna dalam kisah kami. Pelajaran yang aku petik dari kisahku ini adalah: dunia itu kecil, tidak ada batas. Jika seseorang menginginkan sesuatu dengan segenap hati mereka dan mereka yang gigih dengan apa yang mereka yakini, mimpi akan menjadi kenyataan!

gabor and chew Peng

Greetings from Gabor.

7 Comments On :

Mimpi Menjadi Kenyataan di Antara Lebih 7000 km Jauhnya Setelah Penantian Selama Dua Tahun

@ Saturday, December 10, 2011

Labels: ,
amdhas amdhas said...

Banyak memang kenangan di inet...dah lama tak berkunjung dengan imroe.. cool reflection

December 10, 2011 at 3:15 PM
Digital magazine Digital magazine said...

Sekarangpun ake sedang belajar bahasa inggris

December 10, 2011 at 3:16 PM
Andre Pandet Rank Khoerai Andre Pandet Rank Khoerai said...

ternyata udah update lagi yah...heheheh...Mantap mas...

December 13, 2011 at 11:11 PM
Fahmi Setiawan Fahmi Setiawan said...

mantap nih ceritanya :D

March 16, 2012 at 3:18 PM
Ricola Ricola said...

Keren gan..agan seharusnya udah bikin buku nih..
Sukses and keep writing
Kalo ada waktu mampir ke blog mobil aku ya gan. ciao

June 20, 2012 at 11:59 AM
Eka heriyansah Eka heriyansah said...

ribet mas bacanya xD colum'a bikin pusing

June 30, 2012 at 5:44 AM
Sri Vishal Sri Vishal said...

Kisah ini tak jauh beda dengan my love story.saya wanita indonesia dan akhirya menikah dengan pria india berawal dari internet.sekarang sudah dikaruniai seorang bayi mungil' YUVRAJ"........

April 1, 2013 at 4:35 PM
Here's A face Box To Share Your Thoughts