Keraguan Itu... (Doubt)

Jika Kamu Merasa Pasti, Itu Bukan Fakta Tapi Emosi

Doubt, sebuah film yang berseting tahun 1964 di sebuah Gereja Katolik yang terletak di Bronx, New York, film dibuka dimana Romo Flynn memberikan khotbah mengenai sifat keraguan.

doubt - movie - film

Dalam khotbahnya itu, ia mengatakan bahwa keraguan dapat menjadi ikatan yang sama kuat dan saling menyokong seperti iman. Pada malam berikutnya, Suster Aloysius, seorang kepala sekolah yang galak, membahas khotbah Romo Flynn bersama dengan para biarawati di meja makan.

Suster Aloysius bertanya apakah ada orang yang telah mengamati perilaku yang tidak biasa yang membuat Romo Flynn mengangkat tema mengenai keraguan dalam khotbahnya. Ia menginstruksikan para suster untuk tetap waspada terhadap setiap perilaku tersebut.

Suster James, guru yang masih muda dan naif, mengamati kedekatan antara Romo Flynn dan Donald Miller, satu-satunya siswa berkulit hitam yang jadi putra altar.

Suatu hari di kelas saat sedang mengajar, Suster James menerima panggilan di kelasnya yang meminta Donald Miller bertemu dengan Romo Flynn di ruang pastoran. Ketika Donald Miller kembali ke kelas, bocah itu terlihat begitu sedih dan Suster James juga mencium bau alkohol dari napas anak itu.

Sementara murid-murid didikannya belajar menari, Suster James melihat Romo Flynn memasukkan sebuah kemeja putih ke dalam loker milik Donald. Waspada dengan perilaku mencurigakan yang baru saja ia lihat, Suster James pun segera melaporkan kecurigaannya kepada Suster Aloysius.

Dengan dalih membahas drama Natal sekolah, Suster Aloysius dan Suster James menuduh Romo Flynn dengan kecurigaan mereka mengenai hubungannya dengan Donald yang tidak pantas.

Beberapa kali Romo Flynn meminta mereka untuk meninggalkan masalah tersebut sebagai masalah pribadi antara anak itu dan dirinya.

doubt - movie - film

Romo Flynn dengan keras mengatakan bahwa Ia dan anak itu tidak ada hubungan khusus, tidak ada pelecehan seksual yang dilakukan olehnya terhadap anak itu.

Suster Aloysius tetap ngotot dengan segala kecurigaannya bahwa Romo Flynn adalah seorang homoseksual. Romo Flynn kemudian mengungkapkan bahwa Donald tertangkap basah meminum anggur altar karena itu ia memanggil Donald ke ruang pastoran.

Agar Donald tidak dikeluarkan dari sekolah, Romo Flynn berjanji kepada Donald untuk tidak memberitahukan insiden ini kepada siapapun sehingga Donald tetap menjadi putra altar.

Setelah mendengar penjelasan dari Romo Flynn, Suster Aloysius berencana akan memecat Donald sebagai putra altar atas pelanggaran yang telah dilakukannya.

Tapi Romo Flynn tidak sepaham dengan Suster Aloysius, Ia berkata kepada Suster Aloysius bahwa ia tidak suka dengan caranya menangani masalah ini.

Awalnya, Suster James lega dan yakin bahwa Romo Flynn tidak bersalah. Suster James cukup puas dengan penjelasan Romo Flynn, tetapi Suster Aloysius tidak demikian, ia tidak percaya begitu saja, ia tetap pada kecurigaannya bahwa Romo Flynn telah bersikap tidak patut dengan anak itu.

Dalam sebuah kesempatan di sebuah taman, Suster James duduk bersama Romo Flynn membicarakan soal kemeja yang ia lihat, sebuah pakaian yang Romo Flynn masukkan ke dalam loker milik Donald, yang sebelumnya tidak ia ceritakan kepada Suster Aloysius.

doubt - movie - film

Romo Flynn memberikan penjelasan yang masuk akal mengenai situasi dan keraguan Suster James hingga akhirnya Suster James mendapat jawaban atas segala keraguannya.

Suster James yakin bahwa tidak ada hubungan khusus antara Romo Flynn dengan anak berkulit hitam itu.

doubt - movie - film

Lain halnya dengan Suster Aloysius, ia terus mencari-cari jawaban atas segala kecurigaannya, ia malahan mengundang secara khusus Mrs. Miller (Ibu dari Donald Miller) datang ke sekolah untuk menyingkap misteri dibalik kedekatan antara Romo Flynn dengan Donald Miller.

Mrs. Miller menyarankan Suster Aloysius untuk tidak perlu mengejar masalah tersebut lebih lanjut dan lagi pula Donald hanya perlu bertahan di sekolah yang dipimpin oleh Suster Aloysius hingga akhir tahun sekolah sebelum anaknya masuk SMU.

Mrs. Miller menceritakan tentang orientasi seksual anaknya serta kekejaman sang ayah yang sering memukuli anaknya. Mrs. Miller juga mengatakan bahwa sebenarnya bukan karena minum anggur altar itu Donald dipukuli oleh ayahnya, akan tetapi sifat Donald yang aneh di mata ayahnya.

Ibunda Donald memohon kepada Suster Aloysius untuk menghentikan masalah ini dan merasionalisasi hubungan putranya dengan Romo Flynn untuk melindungi Donald dari kekejaman sang ayah.

Jika Donald bisa lulus dari sekolah Santo Nikolas, itu artinya ada peluang yang baik bagi Donald untuk bersekolah di SMU yang lebih baik dan sekaligus peluang untuk kuliah di kemudian hari. Jika anaknya dikeluarkan karena masalah seperti ini, maka ayahnya pasti akan membunuhnya. Seperti itulah Mrs. Miller bercerita kepada Suster Aloysius dengan air mata bercucuran tapi Suster Aloysius tidak peduli.

doubt - movie - film

Pertemuan Suster Aloysius dengan Mrs. Miller sama sekali tidak memberikan jawaban atas segala kecurigaannya, malahan Suster Aloysius lebih ganas dari sebelumnya setelah melihat Mrs. Miller yang kelihatannya lebih berpihak kepada Romo Flynn.

Mrs. Miller bersyukur ada pria berpendidikan dengan segala kebaikannya mau berteman dan melindungi anaknya. Putranya butuh orang seperti itu. Ia juga tidak pernah ingin bertanya kepada Romo Flynn mengapa dia baik kepada putranya.

doubt - movie - film

Di akhir perbincangan mereka, Mrs. Miller berkata kepada Suster Aloysius bahwa ia akan berada di pihak putranya dan mereka yang baik padanya. Ia akan senang jika Suster Aloysius di pihak yang sama.

Meskipun tidak memiliki bukti dan tanpa dukungan dari ibunda Donald, Suster Aloysius dalam pertikaian terakhir mereka, memaksa Romo Flynn mengaku dan mengundurkan diri. Romo Flynn berulangkali mengatakan bahwa sama sekali tidak ada hubungan terlarang antara anak itu dengan dirinya.

Namun Suster Aloysius begitu keras kepala. Suster Aloysius malah menghubung-hubungkan masalah tersebut dengan masa lalu Romo Flynn, yaitu mengenai Paroki St. Nikolas adalah paroki ketiganya dalam lima tahun terakhir.

Suster Aloysius mengatakan bahwa dia telah menghubungi seorang biarawati di salah satu gereja sebelumnya dimana Romo Flynn menjadi pelayan Tuhan tapi menolak untuk mengatakan siapa biarawati itu. Suster Aloysius juga mengatakan bahwa biarawati yang telah ia hubungi membenarkan kecurigaannya.

Romo Flynn sangat marah mendengarnya karena Suster Aloysius lebih memilih menghubungi seorang biarawati dari pada Pastor di gereja itu, yang menurutnya lebih pantas jika Suster Aloysius menghubungi pastor di gereja tersebut jika dia benar-benar ingin mencari kepastian atas kecurigaannya.

Suster Aloysius akhirnya meminta Romo Flynn untuk mengundurkan diri. Romo Flynn menjelaskan bahwa ia tidak bisa menceritakan segalanya, memang kemungkinan apa yang seperti yang ada dalam pikiran Suster Aloysius bisa terjadi, tapi secara fisik ia dan Donald sangatlah tidak pantas untuk menjalin sebuah hubungan, ia menyayangi anak itu seperti anak-anak lainnya.

Bagaimanapun, Romo Flynn tidak tahan dengan sikap Suster Aloysius yang akan menghancurkan reputasinya hanya karena sebuah ego. Ia menyerah pada tuntutan Suster Aloysius. Romo Flynn memilih meninggalkan sekolah yang dipimpin oleh Suster Aloysius tersebut.

Setelah khotbah terakhir Romo Flynn di gereja, Suster Aloysius dan Suster James duduk bersama di sebuah taman yang tertutup dengan salju.

Suster Aloysius mengatakan bahwa meskipun Romo James Flynn telah meninggalkan posisinya sebagai asisten pastor di gereja mereka, Romo Flynn ditugaskan oleh uskup sebagai pastor di gereja dan sekolah Santo Jerome.

Suster Aloysius membuat sebuah pengakuan bahwa ia sebenarnya berbohong tentang berbicara dengan seorang biarawati di gereja lama Romo Flynn. Ia sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang masa lalu Romo Flynn. Ia tidak pernah membuktikan kesalahan Romo Flynn kepada orang lain selain dirinya.

doubt - movie - film

Suster Aloysius beranggapan bahwa pengunduran diri Romo Flynn tersebut adalah sebuah pembenaran atas kecurigaannya. Jika Romo Flynn tidak punya sejarah itu, bukti fiktif yang disodorkan oleh Suster Aloysius tidak akan berhasil membuat Romo Flynn angkat kaki dari sekolah. Suster Aloysius dengan begitu yakin mengatakan bahwa dalam mengejar kesalahan, terkadang kita menyimpang satu langkah dari ajaran Tuhan.

Tapi..., tiba-tiba saja tangis Suster Aloysius pecah sambil berkata kepada Suster James, “Saya sebenarnya ragu.”

Begitulah ending dari film ini, Doubt. Tanpa bukti, satu-satunya hal yang pasti adalah Keraguan. Saya pun teringat akan perkataan Romo Flynn, jika kamu merasa pasti, itu adalah emosi, bukan fakta.

4 Comments On :

Keraguan Itu... (Doubt)

@ Thursday, September 15, 2011

Labels: ,
imroee imroee said...

Test komen apakah halaman ini valid atau tidak....!

September 15, 2011 at 4:57 PM
Dhani Dhani said...

Grid ya mas Imroe, tapi terlihat seperti koran ya? :)

September 15, 2011 at 5:13 PM
Rully Rully said...

lagi2 setelah saya main di inception saya terpaksa maen disin hahay.. btw bajunya sant keren ini,,, grid dan juga jenis huruf latar yang bersih,, kecuali mungkin adminnya kurang wkwkwkwk

September 16, 2011 at 3:43 AM
raniyulianty raniyulianty said...

Saya pernah nonton film ini, dan agak sedikit bingung dengan sinopsis dengan urutan begini, hehehe..jadi agak bolak-balik, untungnya sudah nonton jadinya sambil nginget" urutan ceritanya, over all, nice blog ^_^

September 27, 2011 at 5:50 PM
Here's A face Box To Share Your Thoughts